Story Part 4

25 02 2009

Freya menggeliat dari tidurnya, sambil menguap ia meregangkan tubuhnya. hangat hangat sinar matahri pagi dibalik gordyn menembus masuk. Freya terhenyak dari tidurnya, ditariknya gordyn itu dan langsung ia menutupnya kembali sambil memicingkan matanya.  Dengan panik diambilnya jam disamping meja tidurnya menunjukkan jam 9 tepat. Freya terlonjak dari meja tidurnya bergegas menuju kamar mandi. Mandi ukuran pas foto alias muka doang.

Kuliah pertama di semester 4, kesiangan gara-gara semalem kebanyakan baca komik. freya melaju dengan Mio hitamnya, tapi tetap tidak membantu hasilnya tetap terlambat!. Inilah sisi negatif ia mengambil mata kuliah ngga bareng “friends”, ga bisa rame rame berangkat dan yang paling fatal adalah ga ada yang bangunin freya untuk kuliah.

Sebetulnya untuk satu mata kuliah yang bareng angkatan atas ini Freya bareng dengan dida, tapi dida kebetulan tidak satu kosan. Tepat saat Freya sampai ke ruang kuliah, tiba tiba pintu ruangan terbuka dan para mahasiswa berhamburan keluar. Buset! udah bubar ! Freya celingukan.

“Frey! sini!” Suara dida muncul dari keramaian, menarik lengan Freya yang sebetulnya saat itu masih mencari-cari arah suara Dida. Dida menarik freya masuk ke ruang kuliah yang sudah mulai sepi.

“apaan sih pake tarik-tarik sgala!” Freya melepaskan cengkeraman tangan dida.

“Udah deh ga usah rewel! Dengerin gw, gw ada berita bagus!”

“apa?”

“Kuliah perdana tadi langsung dapet tugas!”

“Eh gila! sejak kapan kalo kuliah ada tugas jadi berita bagus buat lo” potong freya sambil memiringkan tangan di jidatnya

“ini tugasnya kelompok”

“so?”

“1 kelompok berempat, kita bareng DREY dan Tian!”

Freya terduduk sambil menggaruk garauk rambutnya yang ngga gatel. Masih teringat jelas bagaimana semua “friends”-nya memojokan Freya cuma gara-gara Freya bilang baju Drey ngga nyambung.

“Tapi hari ini Drey juga ngga kuliah, cuma tian yang ada, tapi tian udah pergi ada urusan, tian minta tolong gw kasih tau”

freya mengangkat kedua tangannya ” gw ga ikutan!”

“eits ga bisa gitu Frey, ini Pak Bambang sendiri, dosen kita yang pilih kelompoknya, deadline 2 hari lagi, ga ada waktu lagi”

“So?”

“Gw sama tian janji ketemu di perpustakaan untuk ngerjain tugas itu, tapi sekarang gw mesti ke sanggar dulu, jadi tugas kasih info ke Drey gw serahkan ke elu!”

Tiba-tiba Freya merasa mules, ” kenapa mesti gw sih? Gw udah lupa mukanya gw cuma ketemu sekali yang gw inget cuma rambutnya gondrong, kan dikampus ini banyak yang gondrong..aduh please lu ke sanggar besok aja deh…?”

Dida tidak memperdulikan Freya ” Ingat yah jam 3 di perpustakaan pusat lobby kiri”

Sia-sia sudah negosiasi Freya. Artinya sekarang ia harus mencari mahluk bernama Drey. dida sudah menghilang sejak beberapa menit lalu, freya masih terduduk lemas. Freya menghela nafas menguatkan hatinya untuk beranjak. Dan niatnya terhenti saat sebuah bayangan masuk ke ruangan itu, freya menoleh ke arah bayangan itu.

“Kuliah Crypto disini, udah selesai?” pemilik bayangan tadi bertanya.

Masih dalam duduknya, Freya menatap orang itu ” Sudah selesai dari tadi “

“Punya catatanya ?”

“Hmm, gw juga ngga kuliah kok tadi, telat!”

Orang yang bertanya tadi duduk tepat disamping Freya.Diam…

Freya menoleh, kali ini jarak antar mereka sangat dekat, dan Freya baru menyadari ternyata mahluk disampingnya sekarang adalah Drey!

“kamu, Ka drey?”

lelaki itu menoleh, tersenyum tipis hingga matanya agak menyipit “ya, kenapa”

Freya hampir hampir tersihir senyum Drey hingga gelagapan menjawab ” eh, ini kebetulan aku dapet tugas kasih info kalo kita 1 kelompok, dan nanti kerja kelompok di perpustakaan pusat jam 3″. Lega rasanya Freya bisa menuntaskan kalimatnya tanpa terbelit lidah.

Drey mengambil secarik kertas dari tasnya, lalu menuliskan nomor hape di atasnya ” Ini no hape aku, sampe ketemu nanti yah”. drey menyelipkan secarik kertas itu ke tangan Freya.

ENtahlah kali ini Freya merasa mules di perutnya semakin menjadi. Freya mencari hp dalam tasnya lalu ia mencoba menghubungi Dida. Nada sambung terdengar tapi belum juga ada jawaban….hingga terdengar ringtone “apakata dunia” semakin mendekat.

“Wuoy, ngapain telpon gw? Dari tadi masih  disini aja, yuk gw temenin cari Drey!

“telat lu, gw dah kasi tau tadi!”

” Cieeeeeeeeee, hebat euy. Oke kan?”

“apanya?”

“orangnyalah….”

“dia tadi nyemperin gw tapi gw ga ngeh, seinget gw waktu itu gondrong, tapi tadi dia potong cepak”

“sumpe luuu?”

“Da, nanti sore gw ga ikutan lah yah belajar kelompoknya, gw mules nih”

***

Keputusan Freya sudah bulat untuk tidak ikut kerja kelompok. Freya tidak mengerti dengan dirinya yang tib a-tiba merasa mules dan sedikit demam saat bertatap muka dengan Drey tadi pagi. Sungguh aneh, detak jantungpun jadi tidak beraturan. Sementara dida menuju perpustakaan untuk kerja kelompok, Freya memilih pulang ke kos, tidur dan memikirkan perasaanya yang amburadul hari ini. rasanya hari ini Freya tak bertenaga sedikitpun, bahkan memasukan motot ke garasi pun rasanya berat sekali. “Aduh kenapa gw jadi ga karuan begini sih gara-gara bertatapan dan melihat senyum Drey” dalam hati freya merutuk.

Tanpa sadar ada tangan lain yang berusaha mendorong motor Freya masuk garasi. Freya menoleh ke belakang. di sana sudah berdiri sosok Drey yang tanpa sadar sudah membantu Freya memasukan motor ke garasi.

“Kerja kelompok jam berapa sih?”

Entah lah kali ini Freya bisa tersenyum ringan dan bahagia ” Jam 3 kak”

Drey menarik tangan Freya melihat ke arah jam tangan yang melingkar ditangan kanannya. Jantung Freya berdesir, bahkan hampir lompat keluar.

“ini sudah jam 3, yuk kita bareng aja!” ajak Drey

Entahlah tiba tiba rasa mules dan cemas yang sedari pagi menteror Freya tiba tiba hilang saat pertama kali Drey menyentuh tangannya. Freya mengangguk setuju, lalu berusaha mengeluarkan kembali motornya. Drey mencegah “Kamu ku bonceng aja, pulangnya pasti kuantar lagi, ya?”

Tanpa menjawab, freya mengikuti langkah Drey dan sejurus kemudia Freya sudah nangkring di belakang Drey. Motor melaju membawa mereka berdua ke perpustakaan. sepanjang jalan hanya diam. sejuta rasa bergejolak dalam hati keduanya. Posisi Freya sebetulnya tidak nyaman saat dibonceng Drey. Nungging. Maklum moge model motor balap gitu. Tapi sebisa mungkin Freya tidak berpegangan pada Drey.

Tidak disangka saat memasuki halaman parkir perpustakaan bertemu dengan dida dan tian yang sudah hadir lebih dulu. Dida terbengong bengong melihat Drey datang bersama Freya satu motor pula, sejak kapan Freya yang antipati dengan cowok jadi mau dibonceng cowok?. Tidak berbeda dengan Tian diapun melongo, sebagai sahabat Drey sejak semester satu Tian tau komitmen sahabatnya untuk tidak akan memboncengkan cewek dimotornya kecuali ia jatuh cinta.

sepanjang kerja kelompok sore itu senyum manis drey dan freya tidak pernah lepas.  Dan sore itu pula Dida harus merelakan gebetannya untuk Freya, dan mungkin kejadian sore ini akan jadi berita duka untuk the “frends”

——————————-





Story part 3

25 02 2009

berha..ha..hi… serasa yang punya kampus sruduk sana sruduk sini, gayanya kalo lagi rame-rame.

“Frey, jadi ngambil berapa SKS smester ini?” tanya meta

“Biasalah 24 SKS, tapi gw dapet bonus 1 dari PA jadi ngambil 25″ jawab Freya sambil mengibas rambutnya dengan buku

“Buset deh, eh ngmabil yang atas berapa SKS?” dida mnyelidik

Freya manyun sejenak, sambil mikir, jari jari tangannya mulai menari ” Hmm 6 SKS, knapa?” freya balik tanya dengan wajah jutek

” yah, lu mah ga sensitif itu artinya sebanyak 6 SKS bakal sekelas sama si ganteng Drey…”  celetuk zeta

“hsssst…panjang umur, yang diomongin lewat.., pake kacamata lu Frey!”

Tepat siempunya nama Drey lewat di depan hidung Freya, tiba tiba lian yang sok bego gayanya kayak Welas di SSTI nyeletuk ” Frey…kak Dey cakep kan”

Sontak Freya, ga enak body karena saat itu juga Drey menoleh kearahnya.

Freya terpaku, yang pasti pertanyaan Lian membuatnya tengsin di depan Drey, haram baginya memuji cowok ” TIDAAAAAAAAAAAK” teriaknya dalam hati. Akhir terlontar kata-kata nyinyir dari bibirnya ” Hmmm biasa aja kok, bajunya ga nyambung apalagi sepatunya1″ Freya memandang sinis dari ujung kepala hingga ujung kaki Drey. Drey entah mimpi apa semalam pagi-pagi begini dihina mahluk kurus berkaca-mata minus dan wajah jutex. Pasti Drey mimpi dipatok burung hantu.

Sebelum bakal terjadi sengketa pagi itu Dreyyang berjalan berendeng bersama geng-nya ditarik ke daerah aman.

“haa haa, sabar-sabar bosss” salah satu teman terdekat Drey yang bernama Djie menenangkan. “Tenang Drey maaaasih banyak cewek cewek lain yang memuja elu, dah lupain aja” seloroh tian turut menenangkan. Drey tersenyum tipis (maniiis sekali kayak senyum tipisnya Cristian Sugiono)” gw ga papa, cewek tadi unik lagi”. GUBRAK yang lain bengong, “konslet kali lu!” celetuk Dika.

Sementara di tempat lain Freya menuai cacian dan cercaan dari pemuja Drey yang tidak lain adalah meta, wenna, lian, zeta dan dida.

bersambung—————–





Story Part 2

24 02 2009

Semuanya berteriak ” DREY………” saat motor yamaha ninja terbaru berwarna putih melintas tepat di bawah sana.
Freya melongokan kepalanya, sementara kelima sohib ajaibnya ramai bersorak mirip umbrella girl yang menyambut jagoannya. Freya memasukan potongan terakhor nanas yang belepotan bumbu kacang ke dalam mulutnya, sambil berseloroh ” Siapa sih? “
Mendengar pertanyaan bodoh dari mulut Freya, pertama kali yang berespon adalah Dida. Ia menoleh ke arah Freya lalu menempelkan ujung telunjuknya di jidat Freya sambil berkata ” Drey! tau!” lalu mendorong telunjuknya…
freya menepis telunjuk dida ” iya dari tadi juga tau kalian heboh dengan drey..drey.., maksud gw dia itu siapa? anak fakultas mana? trus punya prestasi apa gitu kok bisa terkenal…?” lalu mencibirkan bibirnya, mengangkat kedua bahunya.
meta : dia itu kakak kelas kita!
lian : kakak terganteng (ngomongnya sambil mesam mesem mupeng)
dida : baek loh dia, hiks gw kan sama sama jadi paniatia ospek bareng dia, trus tas gw dibawain sama dia..hiks jadi terharu
semua tereak : ” LEBAAAAy..”, lalu dida terkekeh
wenna : GW yakin frey kalo elu dah liat orangnya pasti lu suka, cukaep kali ini gw ga lebay deh..”
Freya mencibir tanda ga percaya
meta menyenggol pundak Zeta: Menurut lu ta?…diem aja sih
Zeta menunjuk -nunjuk jalanan ” itu..itu lewat lagi” Semua berlari ke bibir balkon dan menjulurkan kepalanya, tidak lupa menggeret Freya

” Ka Drey..ka dreeey!!!”
yang dipanggil berhenti sejenak lalu menoleh ke arah balkon dan melambaikan tangannya. freya tertegun, bingung apakah harus membalas lambaian tangan itu atau tidak, betulkah orang di bawah sana sedang melambai? sebab dalam kondisi lepas kacamata seperti saat ini sulit sekali melihat dari jarak jauh, maklum mata freya sudah minus 3.
“ah bodo amat gw kagak kenal juga” batin Freya lalu ia melambaikan tangannya.
Setelah itu si pemilik nama drey itu melaju dengan motor putihnya..wush..

Freya terbengong ternyata saat menoleh kanan kiri teman-temannya tidak ada. Semua pecundang, berani memanggil lalu bersembunyi di balik tembok balkon begitu si empunya nama berhenti.

Satu persatu kepala mulai menyembul masing masing terkikik, ” Eh dah pergi ya Frey?!” tanya Meta
Freya mencibir,
“Cakep kan Frey? Lo pasti suka!” tanya Zeta
Freya tidak menjawab dia hanya menunjuk-nunjuk kacamata minusnya yang sekarang nangkring di kepalanya.

“Cape deh” serentak meta , zeta dan dida menempelkan tangan ke jidat masih masing (gaya menyeka keringat di jidat).
———————

bersambung..





Story Part 1

19 02 2009

frey menghentak-hentakkan kakinya disetiap anak tangga yang di naikinya. Brisik!
“Frey! pelan dikit dong” terdengar suara berang dari sebuah kamar yang letaknya paling dekat dengan tangga. Tidak berapa lama pemilik suara itu keluar, masih sambil mengucek-ngucek matanya. Rupanya meta terbangun gara-gara Freya.
Freya mendongak, menatap Meta sambil memamerkan giginya yang mirip biji jagung. Kuning dan gede. Meta hanya memonyongkan bibirnya sebagai balasan senyum freya.
Freya berlari menghabiskan beberapa sisa anak tangga, masih dengan berisik.
“dasar lu..ah!” meta semakin kesal karena diabaikan.
Freya mengacungkan keresek hitam berisi makanan kesukaan Meta, “Rujak dengan 10 biji cabe, deal?”
berpikir sejenak, sebelum akhirnya Meta menyambar bungkusan rujak itu….
‘eits…” Freya melarikan bungkusan itu hingga Meta hanya menagkap angin. Meta kembali manyun
“hi..hi.., jangan ngambek nek…, kita maknnya rame-rame yuk sama anak kos yang laen?…”
Tidak sampai hitungan menit, sudah berkumpul Lian, dida, zeta, dan wenna. Kebetulan rumah kos itu hanya dihuni 6 orang. memang enak siang siang makan rujak di balkon, sambil nonton orang lewat lalu – lalang. Sukur-sukur ada yang ganteng…
“enak frey…” celetuk zeta
“ya iyalah gratis gitu loh..” timpal Freya
“kedondongnya buat gw yah..” pinta wenna
‘eh..eh..sst itu..itu…” tiba tiba meta menunjuk ke satu arah. Semua mata mengikuti arah telunjuk Meta. Mereka serentak bersepon kecuali Freya
” ha… yampiuuun itu Drey….” wenna histeris sambil menopang dagunya dengan kedua belah telapak tangannya dan sambel rujak pun menempel dengan sukses dipipinya tanpa ia sadar.
” Gila Drey emangg cakeeeep” teriak lian dengan lebay-nya
” Kita teriakin yuk!” ajak meta semangat
‘yuk..yuk..” yang lain menaggapi dengan semangat dan sekali lagi kecuali Freya…

bersambung……who is the guy?????”





Pemilu 2009 dan Sablon kaos

4 02 2009

Tulisan ini sekedar memberi pertimbangan untuk mereka yang mulai melirik usha sablon kaos sebagai usaha yang menjanjikan menjelang pemilu. Cukup beralasan jika Anda berfikir demikian, karena memang menjelang pemilu maka setiap partai akan berlomba lomba membuat kaos partai dalam jumlah besar. Sekilas tampak menggiurkan karena terbayang rupiah yang bakal di raup…

Pesan saya, sebaiknya anda yang berfikir seperti itu jangan terlena. Pesan ini terinspirasi pengalaman kakak sepupu suami saya. Pengalamannya membuat pikiran saya terbuka tentang satu sisi lain dari fenomena tersebut. Pada umumnya memang masing masing partai itu membuat kaos partai dalam jumlah besar, pembayaran dimuka sekitar 25% bahkan ada yang 10%, setelah order tersebut sang pemesan tidak datang mengambil barang pesanannya. Akibatnya kaos parati yang sudah terlanjur di buat menumpuk digudang, mau diapakan? Cuma bikin penuh gudang, akhirnya dibagi-bagi…nah tercapailah strategi  politik partai..banyak orang pakai kaos partainya cuma cuma…paling tidak membantu usaha mereka membuat brand partainya menyebar. Kenyataan itu tdak hanya di alami oleh kakak sepupu saya tapi juga rekan rekan ushanya yang lain.

Sejak pengalaman itu, saat pemilu tiba dan saat  order kaos partai mulai berdatangan, ada syarat utama yang harus dipenuhi yaitu pembayaran 100% di muka. Nah buat teman teman yang memiliki usaha sejenis dan saat ini sedang kebanjiran order bikin kaos partai untuk dapat berhati hati dengan oknum oknum partai yang ogi (ogah rugi). Semoga bermanfaat ya….





Manajemen pembantu

3 02 2009

Masih berpikir bagaimana memanage pembantu, biar awet, ga kurang ajar, ga ngelunjak, rajin dan inisiatif. Selama ini rekor paling lama adalah 9 bulan, sejak setahun lalu nampati rumah sendiri. Sampe sekarang udah 3 kali ganti pembokat dengan aneka warna alasan keluar.

1. nama pembokat pertama warsini, rajin, inisiatif, doyan makan, jago masak, miss online. Keluar gara gara ngegantiin kakaknya jualan baso karena sang kakak melahirkan

2.pembokat kedua janda, bawa anaknya juga di rumah gw, matanya rabun parah, jadi rumah gw super jorok deh sebab kalo nyapu ga bersih de el el, anaknya suka corat caret tembok gw….tapi gw sih ga mau negur kenakalannya soalnya itu anak yatim, gw ga mau dong termasuk orang yang menganiaya anak yatim,….cuma 2 bulan minta pulang karena anak sulungnya di kampung jatuh dari pohon jati

3.pembokat ketiga, paling ajaib cuma 2 minggu. Hari pertama kerja minta dibeliin hape, hari kedua minta uang cepek, sampe hari ketiga bangunnya duluan gw, ga sampe seminggu minta dibeliin pulsa dua kali. Doyan makan, masakannya ga enak, tiap hari mandinya pake air anget,…Syukurlah dia minta pulang alasannya dia katanya mau cerai sama suaminya…

Nah sekarang gw mulai searching lagi nih pembokat baru, mudah mudahan sih ga tambah aneh dapetnya…





Fenomena tas rusak

3 02 2009

menurut saya, saya termasuk orang yang apik terhadap barang-barang yang saya punya, apapun itu terutama tas dan sepatu. tapi akhir akhir ini ada fenomena yang tidak biasa, kira kira enam bulan terakhir ini lah.

bulan juni tahun lalu saya beli tas elisabeth lumayan harganya 180.ribu, ga terlalu murah juga belum sampe dua bulan tas itu jebol, lalu suami tercinta mengahdiahi tas seharga 576ribu saat ultah, tas itupun nasibnya ga jauh beda sekitar 4 bulan kemudian sudah koyak sana sini dan jahitan lepas disana-sini. Nah 2 minggu lalu lewat sebuah katalog beli tas sophie martin harganya sih ga mahal 130 ribu, diskon pula hasilnya setelah saya pakai 2 minggu tas itu sudah tidak berbentuk, tampak usang dan koyak. Terpaksa saya beli tas lagi harganya 130ribu dan baru dua hari ini saya pakai tas ini pun sudah menunjukkan gejal gejala rusak.

Saya jadi bertanya-tanya, apa karena saya ga apik pakainya (tidak juga selama ini tas saya pakai dengan beban yang wajar, ga pernah buat nampung beras, ga pernah buat nampung kentang pasar he..he..). Hmm bisa jadi kulaitas tas jaman sekarang memang begitu yah, gampang rusak atau ketek saya yang korosif jadi bikin  tas yang dikempit rusak hua ha..ha…

Mungkin 2 minggu lagi saya segera mencari pengganti tas saya sekarang, ada kiat kiat memilih tas yang awet?