Bandung terserang stroke!

Pagi ini Bandung terserang stroke! Tadi pagi macet parah, biang keroknya adalah traffict light di perempatan jalan Pahlawan dan jalan Suci (bandung ya bo…) MATI! Walhasil saya telat ke kantor, padahal pagi tadi saya berangkat lebih subuh dari biasanya ( saya pergi ke kantor jan 06.00). Jarak dari terminal caheum ke pahlawan yang biasanya 10 menit, tadi pagi ditempuh dalam waktu 40 menit. Entah kemana si bapak polisi yang mestinya jadi back up kalau traffic light perempatan mati, tidak satupun polisi saya lihat di sepanjang jalan pagi tadi.

Menurut penduduk yang sudah tinggal lebih lama dari saya di bandung, “eta biasa, sering pareum lampu teh”, artinya udah biasa, memang lampu perempatan situ sering mati. Wow, sebetulnya bandung ini ada walikotanya ngga sih?, lampu perempatan di nadi kota bandung sering mati dicuekin aja, ini bakal jadi penyakit kronis yang bakal membahayakan kota bandung! Seperti tadi pagi, bandung terserang stroke di nadi pahlawan-suci, macetnya jadi panjang ke empat sisi perempatan itu loh…

Sementara selama ini orang yang kearah daerah gazeebo lebih suka lewat suci dari pada lewat A yani untuk menghindari macet di cicadas akibat pasar yang memakan hampir sepatuh badan jalan. Lagi lagi persoalan ini pun dibiarkan, Mbo’ ya para pimpinan kota bandung itu berbuat sesuatu untuk mengatasinya, relokasi-kan mereka ke tempat yang strategis juga. Mungkin buat mereka si para pimpinan kota yang mungkin ga pernah kena macet tiap pagi ini bukan masalah buat dirinya sendiri.

TAPI, mari kita analisis masalah ini, akibatnya akan sangat mengerikan! Kemacetan yang tidak tertangani akan terus meluas karena jumlah kendaraan terus bertambah. pedagang yang merajai jalanan membuat kemaceansemakin parah dan kebersihan tidak terjaga. Fenomena tersebut kian lama akan merubah wajah bandung yang dulu segar, hijau, tidak macet menjadi bau sampah, gersang dan macet. Kalau sudah demikian apa bedanya bandung dengan kota jakarta? Apa lagi daya tariknya? orang tidak akan lagi datang ke bandung untuk berbelanja karena tidak nyaman dengan kemacetan bau samah dan udara panas. Akibatnya? Pendapatan daerah akan menurun, bagaimana nasib para pengusaha FO yang tak terhitung jumlahnya berikut pegawai yang menggantungkan nasib keluarga mereka disana. Parah! Parah! dan Parah! Sebagai warga bandung meski belum lama, saya prihatin dengan kenyataan kota bandung.  Seandainya ada pejabat kota bandung yang membaca blog saya, saya mengusulkan 2 hal saja:

1. Atasi kemacetan ( pastikan traffic light ngga sering mati, pasar tumpah di tertibkan –> tidak ada lagi pasar tumpah di Bandung dan pembangunan jalan alternatif)

2.Atasi sampah ( sampah tercecer di pinggir jalan, menumpuk di sudut sudut kota, aromanya bikin ngga bisa tersenyum)

Itu aspirasi saya, yang saya yakin juga merupakan aspirasi banyak orang, plaing tidak yang setiap pagi melewati jalan suci, cicadas, dan mungkin hal ini juga di alami di belahan lain kota bandung ( kabarnya di kiara condong dan kopo juga sering macet parah)

That’s all!

One thought on “Bandung terserang stroke!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s