1 Februari

Setelah 5 hari menyelesaikan tugas mulia meeting nasional di Bali, tanggal 1 Februari 2008 saya terbang ke Jakarta. Penerbangan yang tidak cukup mulus, anehnya selama perjalanantersebut saya sama sekali tidak merasa khawatir. Justru kekhawatiran saya muncul setelah saya sampai di rumah (Bandung) lalu duduk manis menyimak seputar indonesia. TERNYATA pesawat yang saya naiki adalah pesawat terakhir yang pada hari itu boleh mendarat di sukarno hatta, sebab setelah itu bandara sukarno hatta diTUTUP.  Ingatan saya terlempar ke tanggal yang sama 1 Februari 2007, waktu itu saya mendarat di sukarno hatta dalam keadaan cuaca yang sangat buruk hujan deras, mendung, kabut dan petir.  Tol sediatmo waktu itu mulai tergenangi air, tapi mobil yang saya naiki bisa berjalanan lancar tanpa tergenang ban-nya. Dan setelah itupun saya menyaksikan berita bahwa bandara di TUTUP dan tol sediatmo terendam air.

Kembali ke tanggal 1 Februari 2008, sore itu waktu saya menyaksikan berita di TV, saya teringat nasib teman teman saya. Melalui sms saya mendapat kabar bahwa mereka terdampar di bandara Halim selama berjam jam menunggu penerbangan ke sukarno hatta. Kabar terakhir mereka sampai di bandung jam 4 pagi. Padahal jarak jadwal penerbangan kami dari Denpasar sebetulnya hanya 2 jam, saya menggunakan penerbangan pagi jam 08.00 WITA, sedangkan mereka jam 10.00 WITA. Bisa dibayangkan betapa waktu 2 jam itu membuat nasib kami berbeda.  Rasa menyesal memilih penerbangan pagi pada malam sebelumnya karena setiap akhir meeting kita selalu mengadakan farewell party, jadi malam harinya kita terhanyut suasana seru menari dan menyanyi sampai jam 01.00 WITA. Rasanya keesokan harinya pengen bobo sampai siang, tapi……………jam 06.00 bis ke bandara sudah menanti di lobby hotel, jadi…………… jam 04.30 mata yang masih berat ini harus melek untuk packing dan berbrerrrb mandi (pagi itu heater-nya ngaco jadi sudah seperempat jam bugil airnya ngga anget juga). Laper……untungnya sama hotel dibekelin lunch box, sandwich telor semua isi box itu pindah ke perut. Sampe pesawat makan lagi……Menembus jakarta yang macet selepas dari bandara menuju bandung………….lama………….laper lagi. Untungnya tadi semua makanan diembat coba kalo engga pasti angin udah pada masuk ngisi perut.

Sebetulnya ada pesan mulia dibalik tulisan saya yang panjang lebar, karena jelas kok ada hikmahnya :

1. Melawan rasa malas bangun pagi membawa hikmah, setidaknya saya tidak terdampar berjam jam di bandara atau terjebak jalan tol yang sudah tenggelam. So, Buat yang males bangun pagi, ayolah bangun pagi

2. Melawan rasa males makan padahal makanan sudah ada di depan mata ( Itu rejeki loh jeng). Jangan dibuang karena kita tidak tau nasib kita sejam 2 jam ke depan apakah akan ada makanan di hadapan kita disaat perut kita meronta ronta minta diisi? (Paling tidak kalo pesawat delay lama atau macet di tol perut kita sudah terisi makanan jadi kita ndak kelaparan)

hyuuk…..

One thought on “1 Februari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s