Kerinduan itu semakin memuncak, kerinduanku pada wajah lugu tanpa dosa, mata yang bening dan tangan kecil yang memegang erat jariku, wajahnya perpaduan aku dan seorang yang sangat aku cinta (my lovely husband) memanggilku “mama”. Dimana kau sayang, kerinduan akan kehadiranmu tak tertahankan lagi….

Air mata pengharapan akan kehadiranmu, takkan pernah habis dan takkan pernah henti memohon hingga kau benar benar hadir menjadi bagian dari hidupku, wahai anakku……

Advertisements