Treat every love as if it is your last chance to love and be loved

kisah tentang cinta dan komitmen, arti mencintai yang tidak hanya sebatas di bibir, tidak hanya sebatas terdengar di telinga….cerita ini dikutip dari email seorang teman (Thanks ya Linceu…)

Sejak semula, keluarga dari si gadis tidak menyetujui hubungannya  dengan
sang pemuda. Mereka mengajukan alasan mengenai latar belakang  keluarga, bahwa  jika si gadis memaksa terus bersama dengan sang pemuda,dia  akan menderita seumur  hidupnya…..

Karena tekanan dari keluarganya, si gadis jadi sering bertengkar dengan pacarnya.  Gadis itu benar2 mencintainya, dan dia terus-menerus bertanya, “Seberapa  besar kamu mencintaiku?”

Sang pemuda tdk begitu pandai berbicara, dia selalu membuat si gadis
marah.  Dan komentar-komentar dari orangtuanya membuatnya bertambah
kesal.
Sang pemuda  selalu menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya. Dan  sang pemuda selalu  membiarkannya melampiaskan kemarahannya kepadanya….

Setelah beberapa saat, sang pemuda lulus dari perguruan tinggi. Ia
bermaksud  meneruskan kuliahnya ke luar negeri, tapi sebelum dia pergi,
dia melamar  gadisnya, “Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan kata2 manis, tapi saya tahu  bahwa saya mencintaimu. Jika kamu setuju, saya ingin menjagamu seumur  hidupmu.
Mengenai keluargamu, saya akan berusaha keras untuk meyakinkan  mereka agar menyetujui hubungan kita.  Maukah kamu menikah denganku?”
Si gadis setuju,  dan keluarganya setelah melihat usaha dari sang pemuda, akhirnya merestui hubungan mereka.  Sebelum pemuda itu berangkat,
mereka bertungan terlebih dahulu. Si gadis tetap  tinggal di kampung
halaman dan bekerja, sementara sang pemuda meneruskan kuliahnya di LN…..

Mereka melanjutkan hubungan mereka melalui surat dan telepon. Kadang-kadang timbul kesulitan, tapi mereka tidak menyerah terhadap keadaan.

Suatu hari, dalam perjalanan ke tempat perhentian bis sepulang dari kerja,
si gadis tertabrak mobil hingga tak sadarkan diri. Ketika siuman,  dia melihat kedua orangtuanya dan menyadari betapa beruntungnya dia dapat selamat.

Melihat  air mata orangtuanya, dia berusaha untuk menghibur mereka. Tetapi
dia menemukan… bahwa dia tidak dapat berbicara sama sekali. Dia bisu…..  Menurut dokter kecelakaan tersebut telah mencederai otaknya, dan itu menyebabkannya bisu seumur hidupnya. Mendengar orangtuanya membujuknya, tapi tidak dapat  menjawab sepatah kata pun, gadis  tersebut pingsan… Sepanjang hari hanya dapat  menangis dan membisu…

Ketika akhirnya dia boleh pulang dari RS, dia mendapati rumahnya masih seperti sedia kala.  Hanya jika telepon berdering, dia menjadi pilu.
Dering telepon telah menjadi mimpi terburuknya.  Dia tidak dapat
memberitakan kabar buruk tersebut kepada pacarnya dan menjadi bebannya.
Dia  menulis sepucuk surat untuknya, memberitahukan bahwa dia tdk mau
lagi menunggunya.

Hubungan antara mereka sudah putus, bahkan dia mengembalikan cincin
pertunangan mereka. Mendapat surat dan telepon dari si pemuda, dia hanya
bisa  menitikkan air mata…

Ayahnya tidak tahan melihat penderitaannya, dan memutuskan untuk  pindah. Berharap bahwa dia dapat melupakan segalanya dan menjadi lebih  bahagia…

Pindah ke tempat baru, si gadis mulai belajar bahasa isyarat. Dia berusaha  melupakan sang pemuda…  Suatu hari sahabatnya memberitahukan
bahwa pemuda itu telah kembali dan mencarinya ke mana-mana. Dia meminta sahabatnya untuk tidak memberitahukan di mana dia berada dan menyuruh pemuda tsb. untuk melupakannya….  Lebih dari setahun,  tidak terdengar lagi kabar pemuda itu sampai akhirnya sahabat si gadis menyampaikan bahwa sang pemuda akan menikah dan menyerahkan surat undangan. Dia membuka surat undangan itu dengan hati pedih, dan menemukan namanya tercantum  dlm undangan.  Sebelum dia sempat bertanya kepada sahabatnya, tiba-tiba sang pemuda muncul di hadapannya.

Dengan bahasa isyarat yang kaku, ia menyampaikan bahwa…. Aku telah
menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk mempelajari bahasa isyarat,
agar dapat  memberitahukan kepadamu bahwa aku belum melupakan janji  kita, berikan aku kesempatan,  biarkan aku menjadi suaramu.

“I L O V E Y O U”

Melihat bahasa isyarat tersebut, dan cincin pertunangannya…. Si gadis akhirnya tersenyum bahagia.

————————————————————————-

Perlakukan setiap cinta seakan cinta terakhirmu… dan baru kamu akan
belajar cara  memberi…..

Perlakukan setiap hari seakan hari terakhirmu….. dan baru kamu akan
belajar cara  menghargai……

Jangan pernah menyerah.

  Yakinlah pada dirimu ketika kamu berkata: ?

” ….Aku mencintaimu …”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s