Saya ingin menulis hasil analisis sendiri mengenai kenaikan BBM, semestinya efek samping kenaikan BBM ini mestinya sudah harus dipertimbangkan sejak awal. Berikut  beberapa hal yang saya cermati akibat kenaikan BBM:

Ikan mahal–>akibat dari nelayan banyak yang tidak melaut karena tak lagi mampu membeli BBM perahunya –> ikan yang tersedia di pasaran turun (hukum ekonomi barang sedikit permintaan banyak –> harga naik)

Pengangguran meningkat –> banyak perusahaan melakukan perampingan karyawan untuk menurunkan biaya produksi sebagai kompensasi kenaikan BBM

Peningkatan pengangguran –> menyebabkan peningkatan kriminalitas (orang bingung dapet uang darimana, jadi gampangnya nodong, nyuri, ngerampok, nyopet dll) dan gangguan mental (di bandung saja berdasarkan berita yang tadi pagi saya dengar rumah sakit jiwa di bandung melaporkan peningkatan jumlah pasien yang masuk RSJ pasca kenaikan BBM)

Kasus bunuh diri masal (sekeluarga) meningkat –> keputusasaan menghadapi kesulitan ekonomi dimana BBM menyebabkan semua harga harga kebutuhan primer maupun sekunder ikut melambung–> tak lagi tergapai kalangan bawah (mungkin daripada mati pelan pelan karena kelaparan mending bunuh diri)

Tentu saja masih banyak lagi adverse effect dari kenaikan BBM ini, yang menurut saya tidak memperbaiki kondisi justru memperparah keadaan. Hampir-hampir tak sedikitpun ada efek positif yang dapat saya lihat. Sampai saat ini saya masih memegang aliran anti kenaikan BBM dalam kondisi ekonomi bangsa yang sedang carut marut. Menyedihkan sekali para pembuat keputusan bangsa ini, sementara predikat orang terkaya melekat pada dirinya, sambil menjejakan kainya diatasan rintihan dan air mata orang kecil. Mungkin bagi yang tidak sependapat dengan saya tulisan saya ini terlalu berlebihan, tapi itulah kenyataan yang saya coba ungkapkan. Semoga ada yang tergugah dengan tulisan ini dan memberi inspirasi untuk berbuat yang lebih baik untuk bangsa ini.

 

 

Advertisements