Apakah Anda pengamat iklan? Anda tidak harus menjadi advertiser sebelum mencermati sebuah iklan, apalagi kalau Anda seorang blogger. *Blogger ahli dalam berbagai bidang* (he…he….senyum gokil). 

 

Iklan pertunjukkan teater tahun 1883, materi  iklan digarap di atas kanvas ala pelukis, pastinya corel draw or adobe photoshop belum lahir la yauw…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan T-shirt 1890. Masih tanpa sentuhan teknologi, semua masih manual. Kata-katanya juga polos banget. Boleh dapet beli…

 

 

Trus yang menarik lagi adalah iklan menjadi tentara yang transparan benget menyebutkan besar gaji dan uang pensiun. Kalo sekarang masuk tentara dapet gaji berapa dan uang pensiun berapa yah?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan bank tahun 1926. Meski jadul saya suka iklan ini, tidak terlalu polos seperti iklan pada jamannya. Kreatif dan logis.

 

 

Menginjak tahun 1934. Iklan rokok, kalo jaman dulu ditulisnya “roko” tapi dibawahnya juga ditulis “sigaret”. Sepertinya roko ini mengarah kalangan menengah ke atas kalau dilihat dari namanya “prijaji” (baca: priyayi, artinya kaum ningrat)

 

 

Nah ternyata tahun 1934, lampu OSRAM udah ada di Indonesia (woo baru tau kalo merk OSRAM itu bukan baru tapi udah sejak bangsa ini belum merdeka)

 

 

 

 Dari iklan sabun cuci tahun 1937 ini saya, jadi bertanya sejak kapan betawi yang sekarang kita kenal sebagai kota Jakarta ini berubah nama? Saya amati nama kota yang konsisten adalah Surabaya, dari sejak dulu sampai sekarang ya teteup namanya Surabaya.

 

 

 

 

Sebetulnya masih ada beberapa koleksi iklan yang saya punya, tapi mereka tidak lolos audisi (proses seleksi kelayakan terbit oleh saya he..he..) sehingga tidak saya muat di halaman blog ini.

 

 

Advertisements