Frozen Embryo, Frozen Sperm, Frozen ovum

Istilah Frozen embryos adalah embryo hasil IVF (bayi tabung) yang berlum ditransfer ke rahim lalu diawetkan (cryopreserved). biasanya hal ini dilakukan karena rahim belum siap, permintaan pasien, atau sisa embrio IVF yang akan digunakan pada kehamilan selanjutnya.–> maksudnya gini, pada proses IVF (bayi tabung) sperma dan ovum dipertemukan di luar tubuh yaitu di dalam cawan, kalo pembuahan yang alami kan terjadi di dalam tubuh dimana satu telur (ovum) yang dilepaskan saat ovulasi ramai ramai diserbu sperma. Nah sperma yang paling baik dan kuat aja yang berhasil menembus si telur itu jadilah embryo. Nah kalo pada IVF telur yang dibuahi lebih dari satu biasanya sekitar 7-9 untuk antisipasi kegagalan, kadang kadang jadi semua , maksudnya 9 nya jadi embryo semua, kadang hanya 3 atau 2 saja. Nah pada kasus yang jadi embryo semua kan ga mungkin dong semuanya ditanam ke rahim? Makanya ada yang namanya “Frozen embryo” jadi si embryo sisa itu di awetkan, kalao dulu waktu teknologi Frozen embryo belum ada, si embryo sisa itu tidak dipakai (hiks sayang banget itu kan calon manusia). Berkat adanya teknologi Frozen embryo tidak ada lagi yang terbuang karena nanti pada saat ibunya sudah siap mengandung lagi, embryo itu bisa di tanam di rahim ibunya untuk tumbuh jadi bayi yang lucu he..he..
Selain itu ada juga, frozen sperm. Tujuan teknologi ini mulia sebetulnya, misalnya pada laki laki yang mengalami penyakit pada daerah reproduksi dimana mengharuskan tindakan yang mungkin dapat mempengaruhi kemampuan produksi sperma dikemudian hari, maka sebelum tindakan itu dilakukan, sperma yang ada yang masih baik kualitasnya bisa disimpan –> Frozen sperm. tindakan ini semacam konservasi supaya keturunan ybs tidak punah (ye..emang mahluk langka). Jadi pada saat pasca operasi ia menjadi mandul, maka ia tetap bisa punya anak kandung berkat simpanan sperma di bank sperma / frozen sperm itu. Itu salah satu contoh aja ya….yang positifnya.
Oh iya selain ada Frozen sperm ada juga Frozen ovum looh. Apa manfaatnya? salah satunya sih menolong generasi selanjutnya maksudnya gini, misalnya remaja A ada kista di ovarium, satu satunya jalan mungkin dengan di angkat, nah sebelum dilakukan pengangangkatan bisa di lakukan konservasi (hutaaaan kaleee) terhadap ovum yang ada, kalo nyimpennya mau banyak mungkin bisa di stimulasi dulu supaya bisa dipetik lebih dari satu telur. Trus disimpen, suatu hari dia mau punya anak (stelah menikah) kan tetep bisa punya anak lewat program bayi tabung dengan ovum yang disimpannya (frozen ovum).
Nah gambar ibu dan anak itu tampak baik baik saja bukan, padahal si bayinya itu adalah bayi hasil pembuahan sperma yang sudah dibekukan kurang lebih 15 tahun loh…..

6 thoughts on “Frozen Embryo, Frozen Sperm, Frozen ovum

  1. @dino
    iya din, asal jangan disalah gunakan aja..

    @dimas
    untuk melestarikan keturunan dimas, jadi perlu konservasi ya? he..he..

    @fisto
    caranya? biasa….masa ga tau kan udah berhasil bikin junior to….pastinya yang disimpen ga semua tapi dipilih yang motilitas dan morfologinya normal (kualitas bagus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s