YUK BELAJAR GA GAMPANG TERSINGGUNG

Salah satu hal yang membuat kita lelah adalah TERSINGGUNG, istilah bekennya sekarang “MAKAN ATI”.  Biasanya saat kita tersinggung, kita akan sibuk membela diri dan  ujung ujungnya adalah menjelek-jelekan orang yang menyinggung kita.  Saya sendiri pernah mengalami hal itu, kadang bisa mengatasinya dengan baik kadang tidak.

Sekarang saya masih dalam tahap belajar untuk tidak mudah tersinggung, yuk mari…

 

Kenapa sih tersinggung itu tidak baik?

Rasa tersinggung yang diperturutkan hanya akan melahirkan kemarahan dan saat kita amarah maka kata-kata jadi tidak terkendali, raut muka kusam, stres, orang lain tersakiti dan yang pasti suasana menjadi tidak nyaman.

 

Rasa tersinggung biasanya muncul KARENA menilai diri kita lebih; merasa pintar, merasa berjasa, merasa dituakan, merasa sukses, merasa orang penting dsb.

Saat merasa diri lebih, kemudian ada yang menilai kurang, saat itulah rasa tersinggung akan muncul.

 

Ada kiat meredam rasa tersinggung,  Semoga resep ini cukup mujarab untuk diterapkan saat kita mulai masuk dalam golongan orang orang „SENSI“ istilah kerennya.

 

1.                  Jangan menilai diri berlebihan.

Hilangkan anggapan bahwa diri kita banyak jasalah, berkedudukan tinggilah, paling shalih-lah, paling pintar-lah karena semakin mengaku-ngaku kita akan semakin sering tersinggung

 

2.                  Belajar melupakan

Lupakan jabatan kita sebagai direktur atau manjer atau apapun, lupakan berbagai macam gelar bahkan doktoral sekalipun- Anggap semua itu sebagai amanah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Makin ingin dihargai, makin ingin dipuji, makin ingin dihormati maka akan makin sering sakit hati

 

3.    Perlakukan orang lain dengan sikap terbaik

Kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai keinginan kita. Kita hanya bisa memaksa diri kita untuk menyikapi perlakukan tersebut dengan sikap terbaik.

 

  1. BEREMPATI ( melihat sesuatu dari sisi ORANG LAIN)

Saat kita tersinggung carilah 1001 alasan untuk bisa memaklumi orang tersebut.  Kita membuat alasan ini untuk memaklumi bukan untuk membenarkan kesalahannya atas kita. Tujuannya agar kita bisa mengendalikan diri

 

5.   Jadikan episode disakiti sebagai proses peningkatan kualitas diri

Penghinaan, kritikan, ejekan adalah kesempatan bagi kita untuk mengamalkan sikap mulia yaitu memaafkan orang lain yang menyakiti kita dan membalas keburukan dengan kebaikan

 

 

“Dan orang orang yang SABAR karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi sembunyi atau terang terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan; Mereka itulah yang akan mendapatkan tempat kesudahan (yang baik)….”

(QS, Ar-Ra’ad (13):22)

 

 

 

 

2 thoughts on “YUK BELAJAR GA GAMPANG TERSINGGUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s