Catatan iseng

Gara-gara blogwalking gw terdampar di blognya radit (raditya dika), posting pertama yang gw baca judulnya “alfa si kucing iblis” hasilnya gw cekikikan didepan layar computer. Setelahnya gw jadi ketagihan baca postingan radit jadi gw link dari blog gw, akhirnya gw tau kalo radit nulis buku yang judulnya kambing jantan stelah baca postingan dia tentang rencana mau buat film tentang kambing jantan.

Tadi malem gw beli 2 buku tulisan Radit yang judulnya Kambing Jantan dan Babi Ngesot datang tak diundang pulang tak berkutang’ wakakak judulnya doang bikin gw nyengir separo. Selain itu gw juga  berhasil ngomporin mamanya Keisha untuk beli buku-nya Raditt juga, clue-nya ngga macem macem Cuma bilang si radit lucu dan kocak. Tambah lagi deh penjualan buku Radit 6 buku dalam waktu 5 menit.

Btw gw salut banget sama Radit yang berhasil memarketingkan dirinya dalam tulisannya menjadi komiditi yang bisa di jual, jadi si radit ga perlu perlu repot wawancara or bikin application letter. He…he…kalo ada kantor mau memperkejakan radit rugi, sebab si radit kerjaannya ngeblog mulu. Anyway tulisan radit sangat menghibur gw, dan menginspirasi gw

Tidaaaaaaaaaak Untuk Cacing

Ada yang lagi sibuk nyari nama untuk anaknya? Nama Taenia Saginata, tampak terdengar indah but dont put this name, not recommended coz itu nama cacing pita yang hidup di usus manusia, kata dosen gw panjangnya ada yang sampe 10 meter. Temans gw jijik bangets sama cacing makanya pas masuk ke bahasan tentang cacing gw langsung men”switch” otak gw supaya gambar gambar cacing beserta kebiadaban cacing ga masuk ke memori gw. Jadi dengan gokilnya gw memusatkan konsentrasi gw ke jalanan di Orchad Road singapore yang banyak toko dan sale gede-gedan (meski sale tetep ga kebeli) wakakak, jadilah jemari gw dengan tangkas mencet mencet foto foto pas lagi dsana. Ternyata si dosen nyamperin gw dan negur gw…tanpa gw nyadar  sedikitpun akan tindakan si ibu dosen (Ibu dosen yang cantik punteeeen pisan yah). Dilain pihak upaya gw memusatkan konsentrasi untuk tidak berada dalam suasana kuliah berhasil, tapi berhasil ga yah kalo gw dijalanan Orchard road terus gw fokus konsentrasi terhadap slide kuliahan? ( Coba Anda tebaaaaaaaaaaaak)

 

POSTINGAN BASI

niatnya di posting pas uber tapi kelupaan

Fenomena Uber-Thomas

 

Euphoria badminton benar benar merasuk dimana mana. Sejak dilangsungkannya Uber-Thomas ini topik pembicaraan tidak jauh dari badminton dan badminton. Mendadak semua orang menjadi komentator ulung, padahal tau teknik juga engga, apalagi main badminton, bee…boro boro. Tapi itulah yang terjadi….

Saya pun terbawa euphoria itu, tapi saya rasa ini bagus karena poin pertama; tanpa disadari pertandingan seperti ini memupuk rasa kebangsaan kita. Yah kalo ada yang tidak mendukung tim negara sendiri, perlu dipertanyakan integritasnya (deportasi aja kaliii).

Poin kedua penduduk indonesia tidak dijejali oleh sinetron sinetron cengeng yang merusak mentalitas bangsa kita, saya yakin rating TV7 dan trans TV langsung melejit.

Iseng iseng, eh niat banget kok nontonnya, saya memperhatikan beberapa fenomena yang selalu berulang pada setiap pemain darimanapun negara itu berasal, berikut fenomena yang saya analisa:

  1. Sindrom poin 20

Sindrom ini terjadi pada setiap pemain yang telah memperoleh poin 20, pemain tidak segera mendapat 1 poin untuk menuntaskan permainan, selalu ada jeda yang membuat lawan justru memperoleh skor. Barangkali karena rasa kemenangan yang sudah membuncah membuat gerakan sedikit tak terkontrol, yang keadaan ini dimanfaatkan oleh lawan, beruntung jika jarak poin dengan lawan jauh, sehingga ada waktu untuk kembali menata emosi, namun bahaya sekali saat kedudukan 20-18 atau lebih

  1. Angka aman diatas 10

Fenomena kedua yang saya temui setiap pemain yang berhasil terlebih dahulu mengumpulkan poin diatas 10 maka ia akan memenangkan pertandingan

  1. Sindrom persamaan poin

Setiap pemain yang berhasil menyamakan kedudukan, pada saat kedudukan sama dia berada pada keadaan yang sedikit lengah. Sehingga setelah berhasil menyamakan kedudukan malah setelah itu dengan cepat nilai tertinggal. Seharusnya pada saat poin sama harus bisa menjaga sikap mental seakan masih mengejar lawan, sehingga kondisi psikologis tetap terjaga pada kondisi menyerang dan bertahan yang baik. Fenomena terkahir ini tampak sangat jelas pada tim kita dengan pola pertandingan 3 set kalah-menang dan kalah lagi……

 

Kekalahan Indonesia bekan berarti doa kita tidak terkabul hanya ditunda saja. Doa kita semua, doa lebih dari 200 juta penduduk indonesia untuk kemenangan piala Uber-Thomas mungkin belum terkabul saat ini J

 

Manajer TIM tiap tiap negara sangat berperan terhadap kesuksekan tim, menurunkan pemain terbaik pada permainan pertama mestinya itu dilakukan untuk membentuk sikap mental yang positif pemain pemain selanjutnya, menebar aura kemenangan. Kalau saya jadi manajer tim uber maka pertama yang saya turunkan adalah Zebadia Pia, lalu pasangan ganda polii greysia selanjutnya Firdasari

 

Note : btw ngga suka banget dengan gaya mainnya taufik yang Jaim dan ngga berusaha mati matian, kayaknya ga mau banget deh jungkir balik kayak Sony, Marissa, Liana, markis kido yang sekuat tenaga mengejar kemanapun si bulu putih itu terbang.

 

 

5 thoughts on “Catatan iseng

  1. Nek…………..
    Waduh kalian sudah satu langkah lebih maju dari gue semenjak di Tangerang kok jadi gelap betul

    hik…..hik….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s