frey menghentak-hentakkan kakinya disetiap anak tangga yang di naikinya. Brisik!
“Frey! pelan dikit dong” terdengar suara berang dari sebuah kamar yang letaknya paling dekat dengan tangga. Tidak berapa lama pemilik suara itu keluar, masih sambil mengucek-ngucek matanya. Rupanya meta terbangun gara-gara Freya.
Freya mendongak, menatap Meta sambil memamerkan giginya yang mirip biji jagung. Kuning dan gede. Meta hanya memonyongkan bibirnya sebagai balasan senyum freya.
Freya berlari menghabiskan beberapa sisa anak tangga, masih dengan berisik.
“dasar lu..ah!” meta semakin kesal karena diabaikan.
Freya mengacungkan keresek hitam berisi makanan kesukaan Meta, “Rujak dengan 10 biji cabe, deal?”
berpikir sejenak, sebelum akhirnya Meta menyambar bungkusan rujak itu….
‘eits…” Freya melarikan bungkusan itu hingga Meta hanya menagkap angin. Meta kembali manyun
“hi..hi.., jangan ngambek nek…, kita maknnya rame-rame yuk sama anak kos yang laen?…”
Tidak sampai hitungan menit, sudah berkumpul Lian, dida, zeta, dan wenna. Kebetulan rumah kos itu hanya dihuni 6 orang. memang enak siang siang makan rujak di balkon, sambil nonton orang lewat lalu – lalang. Sukur-sukur ada yang ganteng…
“enak frey…” celetuk zeta
“ya iyalah gratis gitu loh..” timpal Freya
“kedondongnya buat gw yah..” pinta wenna
‘eh..eh..sst itu..itu…” tiba tiba meta menunjuk ke satu arah. Semua mata mengikuti arah telunjuk Meta. Mereka serentak bersepon kecuali Freya
” ha… yampiuuun itu Drey….” wenna histeris sambil menopang dagunya dengan kedua belah telapak tangannya dan sambel rujak pun menempel dengan sukses dipipinya tanpa ia sadar.
” Gila Drey emangg cakeeeep” teriak lian dengan lebay-nya
” Kita teriakin yuk!” ajak meta semangat
‘yuk..yuk..” yang lain menaggapi dengan semangat dan sekali lagi kecuali Freya…

bersambung……who is the guy?????”

Advertisements