Story Part 2

Semuanya berteriak ” DREY………” saat motor yamaha ninja terbaru berwarna putih melintas tepat di bawah sana.
Freya melongokan kepalanya, sementara kelima sohib ajaibnya ramai bersorak mirip umbrella girl yang menyambut jagoannya. Freya memasukan potongan terakhor nanas yang belepotan bumbu kacang ke dalam mulutnya, sambil berseloroh ” Siapa sih? ”
Mendengar pertanyaan bodoh dari mulut Freya, pertama kali yang berespon adalah Dida. Ia menoleh ke arah Freya lalu menempelkan ujung telunjuknya di jidat Freya sambil berkata ” Drey! tau!” lalu mendorong telunjuknya…
freya menepis telunjuk dida ” iya dari tadi juga tau kalian heboh dengan drey..drey.., maksud gw dia itu siapa? anak fakultas mana? trus punya prestasi apa gitu kok bisa terkenal…?” lalu mencibirkan bibirnya, mengangkat kedua bahunya.
meta : dia itu kakak kelas kita!
lian : kakak terganteng (ngomongnya sambil mesam mesem mupeng)
dida : baek loh dia, hiks gw kan sama sama jadi paniatia ospek bareng dia, trus tas gw dibawain sama dia..hiks jadi terharu
semua tereak : ” LEBAAAAy..”, lalu dida terkekeh
wenna : GW yakin frey kalo elu dah liat orangnya pasti lu suka, cukaep kali ini gw ga lebay deh..”
Freya mencibir tanda ga percaya
meta menyenggol pundak Zeta: Menurut lu ta?…diem aja sih
Zeta menunjuk -nunjuk jalanan ” itu..itu lewat lagi” Semua berlari ke bibir balkon dan menjulurkan kepalanya, tidak lupa menggeret Freya

” Ka Drey..ka dreeey!!!”
yang dipanggil berhenti sejenak lalu menoleh ke arah balkon dan melambaikan tangannya. freya tertegun, bingung apakah harus membalas lambaian tangan itu atau tidak, betulkah orang di bawah sana sedang melambai? sebab dalam kondisi lepas kacamata seperti saat ini sulit sekali melihat dari jarak jauh, maklum mata freya sudah minus 3.
“ah bodo amat gw kagak kenal juga” batin Freya lalu ia melambaikan tangannya.
Setelah itu si pemilik nama drey itu melaju dengan motor putihnya..wush..

Freya terbengong ternyata saat menoleh kanan kiri teman-temannya tidak ada. Semua pecundang, berani memanggil lalu bersembunyi di balik tembok balkon begitu si empunya nama berhenti.

Satu persatu kepala mulai menyembul masing masing terkikik, ” Eh dah pergi ya Frey?!” tanya Meta
Freya mencibir,
“Cakep kan Frey? Lo pasti suka!” tanya Zeta
Freya tidak menjawab dia hanya menunjuk-nunjuk kacamata minusnya yang sekarang nangkring di kepalanya.

“Cape deh” serentak meta , zeta dan dida menempelkan tangan ke jidat masih masing (gaya menyeka keringat di jidat).
———————

bersambung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s