Say no to malaysia!!

saya merasa geram, waktu liat status FB salah satu teman saya tentang claim malaysia terhadap tari pendet. Gila!! pikir saya. Seluruh dunia juga tau kalo tari pendet itu dari Bali dan Bali itu di Indonesia bukan di Malaysia.

terdorong keingintauan saya tentang kebenaran berita itu maka saya browsing dan juga nyari di You tube. Benar sekali ternyata, aduuuh sakit hati bangettt!!.

Berita di televisi juga gencar memberitakan hal tersebut, salah satu TV swasta menyiarkan pendapat beberapa pemirsa, saya heran bagi mereka yang berpendapat bahwa itu bukan salah malaysia tapi salah indonesia yang tidak mengahargai kebudayaannya (pasti kelompok yg concern terhadap budaya ngga stuju pendapat ini, karena masih banyak kok orang orang kita yg berjuang mempertahannkan kebudayaan kita). Mungkin yang punya pendapat itu sesungguhnya dialah yg tidak menghargai bangsa sendiri.

Menurut saya menghargai atau tidak itu bukan suatu pembenaran negara lain bisa mengklaim apa yang menjadi milik bangsa kita.

Dosa malaysia :

1. tidak mengakui klaim yang sudah dilakukannya terhadap tari pendet. Mereka bilang itu yang arrange discovery…bullshit!! mana mungkin sih mereka ngga tau dan parahnya lagi ada pembatasan pemberitaan, jadi yg lagi kita hebohkan dsini ttg claim malaysia di sana tidak satupun media cetak dan televisi yang memberitakan hal ini.

2. resmi mendaftarkan wayang kulit, batik dan wayang sebagai kebudayaan mereka. sudah di approve pula. Nuraninya dimana? Pasti jauuuuh dilubuk hati mereka kalo mereka masih punya hati ya pasti tau sesungguhnya itu dari indonesia. apa dalih mereka tentang hal ini: ” dimalaysia juga kan ada orang jawa, jadi mereka membawa kebudayaannya ke malaysia dan menjadi bagian dari budaya malaysia”. GILAA!! Analogi macam apa dan logika dari mana? Di indonesia juga banyak orang china tapi kita ga klaim itu budaya indonesia, lalu di amrik sono banyak imigran dari india, tapi ga juga tuh amrik mengklaim tari india sebagai kebudayaan amrik, juga banyak imigran negara lain hidup di negara lain, tapi tetaplah budaya asli asal imigran ngga boleh dong diklaim seenak perut mereka sendiri. Sungguh Laknat…

3.warganya yg bernama nurdin m top, menjadi dalang pengeboman di indonesia. Setiap kali indonseia di bom siapakah yg paling meraup keuntungan dari situasi tidak menyenangkan di negara kita? tidak lain adalah malaysia, arus turis dan bisnis ia hadang.

4.penyiksaan TKI, berapa banyak TKI indonesia yang ke malaysia pulang dalam keadaan menyedihkan, disiksa, disterika, di bunuh?

Dosa UNESCO,

1.kabarnya badan yang mengapprove claim itu adalah UNESCO, sistemnya gimana sih apakah dengan mudahnya suatu pengajuan itu di approve tanpa ada konfirmasi dan penyelidikan mengenai keasliannya dengan melakukan studi yang jujur?? Ato malah approval itu dengan gampangnya dikantongi malaysia asal ada duit… (maaf jadi berprasangka)

Dosa Mentri pariwisata

1.  “ini bukan salah saya, tapi kita semua..kita sama sama lalai! tidak mendaftarkan”..beuh kita??? how come..kita mana tau sih prosedur klaim ke UNESCO, tugas siapa yang ngedaftar ksana? Padahal presiden udah kasih contoh pentingnya mendaftarkan kekeyaan budaya kita ke UNESCO, mestinya kan ditindak lanjuti sama badan eksekutifnya tidak lain adalah menpar. Diakui ato tidak ini salah  departemennya lah…apagunanya dibentuk departemen departemen banyak gitu kalo ngga tugasnya ngurusin bidangnya masing masing

Dosa Produser sinetron:

salah satu TV swasta indonesia, masih menayangkan sinetron dengan latar belakang dan logat budaya malaysia. Itu dosa besar sekali, dimana harga diri Anda? Apakah budaya kita ini kurang untuk dijadikan latarbelakang sinetron?? Begitu melimpahnya budaya indonesia, tapi knapa masih juga sinetron jiran itu ada??

Sekian,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s