aku : (menangis karena kau tidak menganggapku ada) urus semua sendiri

kamu : (mengernyingkan mata)

Aku: (diam bersama cucuran air mata)

kamu : maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud melukaimu *kata kata basi yang sering kamu ucapkan tanpa kamu sadari maknanya

Aku : (tetap menangis karena tak mampu berkata-kata lagi, sakit in tak tertahankan)

Kamu : sayang, aku sayang kamu jangan nangis dong, nanti sore kita jalan, kamu mau sepatu kan?, setelah itu kita nonton ya?

*it sounds nice

Aku : (masih menangis, dan ragu untuk mempercayai kata katamu, haruskah aku percaya?…tapi aku mau memberimu kesempatan)

*****

Sore hari

Aku : yuk kita pergi

Kamu : kemana? (tanpa ada kesan km pernah berucap mengajaku jalan sore ini)

Aku : (mulai menarik senyumku)

kamu : oiya, kita mau jalan, tapi kayaknya ga bisa karena bla bla…..*alasan basi yg diciptkan untuk escape

aku : no comment

kamu: besok aja y sayang, setelah pulang kantor gimana?

Aku : besok bukannya kamu ada janji sama temenmu

kamu : itukan pagi siang pasti udah beres, dan malam minggu kita bisa jalan-jalan

aku : terserah (malas menanggapai kebiasaan dia yang tidak pernah bisa menepati janji yg diucapkannya sendiri)

kamu : tenang aja pasti jadi

…….

Besok

Aku : (melirik jam lewat 30 menit dari waktu yg seharusnya)

Kamu : aku bareng sama **** (temennya) yuk kita bareng bertiga ke**** (tempat yang bukan tempat tujuan semula, f*** bahkan tempatnya pun dia ngga ingat!!) — 5 tahun hubungan yg menyesakkan dan melelahkan hati

aku : kamu selesaikan urusanmu dulu, baru kembali menjemputku disini ( sudah hilang feeling lagi)

kamu : jangan marah ya, jangan nangis ( saat dia melihatku mataku sudah mulai berkaca-kaca)

Aku : entah berapa kali hal ini harus terjadi

sekarang (masih menunggu, putaran jarum jam terus berlalu, seluruh penghuni kantor sudah pulang, ada yg dijemput suaminya dan anak-anaknya, ada yg dijemput anaknya, ada yang dijemput pacaranya, ada yg dijemput papanya)

aku disini menghabiskan waktu menunggumu, kamu yg selalu membuat air mataku tak berhenti mengalir.

sayang, sakit ini tak tertahankan

End-

Advertisements