Self recovery

hari ini masih diam di rumah..bedrest pasca  kuret. Semangatku ikut hilang bersama hilangnya calon buah hatiku yang baru 7 minggu kukandung. Aku sadar aku ngga boleh down terus. Aku harus bisa bangkit. Browsing sana sini sbenernya kondisi seperti aku sekarang ini harusnya di support oleh orang orang terdekatku karena hal itu dapat mempercepat pemulihan secara psikologis.

Tapi apa mau dikata kalo kondisinya tidak seperti itu. Kenyataannya aku harus melewati hari hari pasca kuret itu sendiri. Hubby saat ini masih di bengkulu atao muko-muko, sulit sekali dihubungi. Mungkin sinyal disana sulit. Sesekali mengungkapkan rasa pedih yang tak terbendung ke FB, ternyata teman temanku yang sibuk tetap perhatian dan kasih support lewat comment distatusku. Hal ini cukup memberi kekutan untukku beranjak dari kesedihan.

Tadi sore pas mau mandi tiba-iba tertartik untuk membongkar kardus di kamar belakang. Entahlah aku pengen kilas balik…aku membuka beberapa buku agenda yang sudah berdebu, satu satu kubaca tulisan di dalamnya. dari dulu sebelum punya blog aku memang hobi menulis, bahkan aku lebih bisa mengungkapkan perasaan lewat tulisan ketimbang ngomong langsung.

Aku juga menemukan kumpulan foto foto kecilku, xixi…membuatku tersenyum..chubby sekali aku dulu…foto waktu SD, SMP, SMU dan kuliah…juga buku telefon dari magnet..ck ck ck

Aku duduk bersimpuh di depan kardus itu..kumabil 2 buku catatan usang dari sana. membukanya dan mengagumi sendiri apa yang kulihat begitu rapi tertulis. Ada kalimat yang kutulis 30-12-2004

” Hapuslah air matamu dan berbaik sangkalah pada Allah, Usirlah segala duka dengan mengingat semua nikmat yang telah dilimpahkan kepadamu”

aku terdiam, mencoba mengingat nikmat Nya, ya hari ini tanpa kusangka tanpa kucari datang seseorang yang membutuhkan pekerjaan, kebetulan aku sudah lama tidak punya pembantu di rumah. Mulai hari ini di rumahku sudah ada yang bantu bantu, semoga orang baik dan bisa dipercaya.

aku lihat ke halaman rumah, mobil terios masih tertutup rapi selama 3 hari ini dia setia carport rumahku, atas ijin Allah dan rizqinya kami bisa membeli mobil itu ditengah musibah keguguran yang kualami. Aku harus bersyukur urusan pembelian mobil begitu lancar. Aku harus bersukur karena Allah telah begitu pemurah menitipkan harta bendanya pada kami. Semoga kami bisa menjadi orang yang amanah.

Baris selanjutnya tertulis

“sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan, dan setelah cucuran air mata akan terbit senyuman”

“hari esok akan menghapus semua mimpi buruk, mengusir semua kesedihan dan menggantinya dengan canda tawa”

halaman demi halam kubaca…sangat membantuku untuk bisa bangkit lagi..meninggalkan kemelankolisan….yang merasa ” cold..blue…silent”

aku merasa beruntung pernah menuliskan kalimat kalimat penuh semangat seperti itu…mungkin nanti suatu saat semua tulisan itu ingin aku salin ke blog ini. Khawatir bukunya ilang suatu hari

Sebuah catatan tentang doa di akhir halaman

“Wahai Allah, aku berlindung kepadaMU dari resah dan gelisah, dari sedih dan derita, dari kemalasan dan kelemahan, dari sifat pelit dan pengecut, dari lilitan hutang dan tekanan orang”

Aamiin Ya Rabb…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s