Skoliosis

 

Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Sebanyak 75-85% kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan 15-25% kasus skoliosis lainnya merupakan efek samping yang diakibatkan karena :

Gejala skoliosis
– tulang belakang melengkung secara abnormal ke arah samping
– bahu dan/atau pinggul kiri dan kanan tidak sama tingginya
– nyeri punggung
– kelelahan pada tulang belakang setelah duduk atau berdiri lama
– skoliosis yang berat (dengan kelengkungan yang lebih besar dari 60o) bisa menyebabkan gangguan pernafasan.

Kebanyakan pada punggung bagian atas, tulang belakang membengkok ke kanan dan pada punggung bagian bawah, tulang belakang membengkok ke kiri; sehingga bahu kanan lebih tinggi dari bahu kiri. Pinggul kanan juga mungkin lebih tinggi dari pinggul kiri.

Dari beberapa literatur, kurva kemiringan melebihi 40 derajat termasuk kategori berat. Jika kurva kurang dari 20 derajat, tidak perlu dioperasi

Yang perlu dilakukan oleh pasien skoliosis:
1. Bila bangun dari posisi berbaring, dianjurkan memiringkan tubuh terlebih dulu, barulah bangkit perlahan.
2. Tidak boleh membungkukkan badan.
3. Jika membungkukkan badan, posisi tubuh harus jongkok–bila ingin mengambil sesuatu.
4. Tidak boleh mengangkat barang atau beban berat selama menjalani terapi, terutama bila masih ada rasa sakit.
5. Saat kondisi sudah membaik, bukan berarti bisa beraktivitas sembarangan.
6. Herniated nucleus pulposus dan skoliosis tidak bisa sembuh total serta ada risiko terulang lagi bila ada faktor pemicunya, seperti jatuh, mengangkat beban terlalu berat, atau salah melakukan gerakan tubuh.

DIAGNOSA
pemeriksaan fisik

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:

  • Rontgen tulang belakang
  • Pengukuran dengan skoliometer (alat untuk mengukur kelengkungan tulang belakang)
  • MRI (jika ditemukan kelainan saraf atau kelainan pada rontgen).

PENGOBATAN
Jika kelengkungan kurang dari 20o, biasanya tidak perlu dilakukan pengobatan, tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan secara teratur setiap 6 bulan.

Pada anak-anak yang masih tumbuh, kelengkungan biasanya bertambah sampai 25-30o, karena itu biasanya dianjurkan untuk menggunakan brace (alat penyangga) untuk membantu memperlambat progresivitas kelengkungan tulang belakang.
Jika kelengkungan mencapai 40o atau lebih, biasanya dilakukan pembedahan.
Komplikasi yang dapat terjadi pada skoliosis ialah kerusakan paru-paru dan jantung dan sakit tulang belakang.

Untuk pemeriksaan penunjang yang biasa di lakukan yaitu Rontgen tulang belakang,

Skoliometer terapi yang dapat di pilih, di kenal sebagai ” The Three O’s ” adalah observasi, orthosis, operasi, prioritas.
Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu ketidakefektifan pola nafas, nyeri, punggung, gangguan, mobilitas fisik, dan gangguan citra tubuh.

Sumber:

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/12/30/brk,20091230-216314,id.html

http://www.spesialis.info/?cara-mengatasi-skoliosis,452

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s