HIV dan AIDS

usiatnya masih 21 tahun, keningnya berkeringat dan duduknya tak tenang, saya bukan hakim. saya hanya petugas kesehatan biasa

biacaranya pelan “mbak, tes apa yang bisa untuk mengetahui infeksi HIV”

saya tersenyum, menganggap itu pertanyaan biasa seperti orang tanya ” mbak pemeriksaan apa untuk tau fungsi gingal?

“anti HIV”

“berapa harganya ?” bla bla

sedikit konseling, sebetulnya saya tak bermaksud mengorek apa apa

” saya khawatir, saya takut kena HIV”

“knaapa mesti takut? kalo gaya hidup tidak berisiko kenapa mesti takaut”

“saya melakukan hubungan ….2 bulan lalu tanpa “pengaman'” sebenarnya saya kaget, tapii sebagai seorang profesional saya tetep lempeng.

kalo diliat tampangnya, so sweet, tampang anak baik dan muka baby face,tipe anak mama kalao saya bilang sih, atau saya yang ga jago menilai orang dari tampangnya ya? tapi setidaknya itu pendapat saya, anak tak tampak sedikitpun sebagai anak muda yang suka main cewek

selanjutnya saya hanya mendengarkan ceritranya, lalu memberinya pandangan tentang HIV apa bedanya dengan AIDS, tentang perjalanan penyakit tersebut.

terlihat ketakutan yang sangat besar di matanya tentang bayang bayang HIV dan AIDS. hampir tak percaya rasanya dalam tatapan polos itu dia sanggup berbuat seperti itu.

kenikmatan atau rasa ingin tau yang dicarinya memuaskan nafsu sesaat namun setelahnya ia dibayangi rasa takut atau mungkin sebetulnya itu adalah perasaan bersalah….apakah itu kebahagiaan pakah itu kebanggaan?

etapa hancur hati orang tuanya seadnainya mereka tau kelakuan anaknya, di jaman yang serba gak keruan ini, makin sulit menjaga anak, padahal anak adalah titipan Tuhan yang harus dipertanggung jawabkan nanti di akhirat.

buat siapapun yang baca tulisan ini, semoga dapat mengambil hikmahnya.

buat anak anak remaja : jangan sekali kali hanya mengutamakan nfsu sesaat, sanggupkah kalian menerima kenyataan seandainya kenikmatan yang hanya beberapa menit harus ditebus dengan terampasnya kesehatan kalian seumur hidup?

buat para orang tua :  menjaga nak laki laki maupaun perempuan sama beratnya, semoga diberi kekuatan untuk menjaga anak anak dari hal hal buruk dan pergaulan bebas

source : cerita ini nyata, sudut pendang peceritaan dimodifikasi untuk melindungi sumber

info tentang HIV AIDS dapat dilihat di link berikut ini :

channels.dal.net/gim/aids/aids.html

www.infopenyakit.com/2007/12/penyakit-aids.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s