Sebenarnya ada rasa was2 saat bertugas ke aceh. Tentang tsunaminya, GAM, ganja etc.
Mengunjungi pantainyaa mengenang kembali peristiwa 9 tahun silam. Laut yg sore itu tampak diam bahkan tak berombak…..pernah mengangkasa meluluhlantakan semuanyaaa.
Bencana luar biasa dahssyat, dan stelah peristiwa itu aceh menggeliat hingga hari itu makin kondusif. Bahkan menurut cerita driver kami yg asli aceh. Aceh terdamai adalah pasca tsunami. Seperti pelangi yg muncul stelah hujan, atau seperti sunrise yg indah pun sebelumny harus melewati malam yg pekat.
Selalu ada senyuman stelah air mata.
Namun saat ini rakyat aceh kembali dilanda ketegangan, penyakit kronisnya kambuh. Masalah GAM menyeruak kembali. Menjelang kepulangan saya….sederet pasuksn anti huru hara bersenjata lengkap berjajar di gedung DPR, sementara GAM berkumpul dimasjid baiturrahman. Setelah hampir 9 tahun tak pernah melihat pasukan bersenjata lengkap, hari itu kemunculan militer bersenjata lengkap di gEdung DPR dan diperempatan yg kami lalui. Hal itu membuat penduduk asli aceh sendiri jd gusar, takut dan merasa tdk aman.
Bahkan saya sendiri urung untuk masuk masjid itu, krn menurut informasi GAM ada disitu

Akhirnya wkt yg tersisa dimanfaatkan untuk melihat museum tsunmi dan melewati PLTD APUNG yg dulunya da ditengah laut saat tsunami terdampar di daratberjark kurleb 5 km

Advertisements