Hukum membeli barang sitaan, selundupan or black market

belakangan ini marak sms, bahka secara langsung yang  menawarkan barang barang asli dengan harga sangat miring, dengan dalih itu merupakaan barang sitaan dari bea cukai yang diperjual belikan. halalkah?

Hendaknya setiap muslim berhati hati dalam setiap tindakan, jnagan sampai memakan atau menggunakan sesuatu yang tidak halal.Saya bukan ahli agama, saya cuma seorang muslim yang berusaha untuk menjadi muslim yang baik setiap harinya, semoga Allah SWT meridhoi.

Gaya hidup modern saat ini dengan banyaknya gadget yang terus up date setiap harinya yang tidak seiring dengan pertumbuhan finansial yang dimiliki seseorang, kadang merusak pandangan seseorang di mana menjadi menghalalkan yang haram. Tergiur dengan gadget-gadget terbaru dengan harga yang sangat tinggi lalu di dukung dengan adanya segolongan orang yang menawarakan harta sitaan negara untuk diperjual belikan dengan harga sangat miring bahkan separuh dari harga pasaran. membutakan matahti dan pikiran beberapa orang yang terlanjur ingin memiliki barang2 tersebut. ramai ramai membeli barang tersebut.

Berharap tulisan ini bisa menjadi pencerah bagi kaum muslimin yang mungkin sedang ditawari barang sitaan negara, namun hatinya ragu lalu ingin mencari kebenaran. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari memakan harta yang tidak halal. aamiin.

Alasan tidak bolehnya membeli harta sitaan negara adalah karena harta sitaan negara itu tidak lepas dari tiga kemungkinan, berikut :

Pertama, penyitaan yang dilakukan oleh negara atas harta milik orang lain tanpa alasan yang bisa dibenarkan oleh syariat, semisal penyitaan barang selundupan. Membeli barang sitaan negara yang berasal dari barang selundupan dinilai sebagai tindakan membeli barang hasil rampasan dari pihak yang merampasnya.

Kedua, penyitaan yang dilakukan oleh negara atas harta orang lain tersebut berstatus sebagai hukuman. Tindakan negara semisal ini bisa agak dibenarkan, mengingat pendapat sebagian ulama yang memperbolehkan hukuman ta’zir dalam bentuk hukuman finansial. Namun, sebenarnya adanya kasus-kasus tertentu yang padanya diperbolehkan hukuman ta’zir (berupa hukuman finansial) bukanlah alasan yang memperbolehkan penguasa untuk merampas harta orang lain dengan alasan memiliki kekuasaan untuk memberikan hukuman ta’zir.

Pendapat yang paling kuat mengenai hukuman ta’zir dalam bentuk finansial adalah terlarangnya memberikan hukuman ta’zir dalam bentuk hukuman finansial, karena perbuatan tersebut terhitung tindakan melewati batas terhadap harta orang lain. Hal ini juga merupakan tindakan yang tidak disukai oleh Allah, kecuali dalam kasus-kasus yang diperbolehkan oleh dalil syariat. Adapun tindakan penyitaan barang selundupan, itu tidaklah termasuk kasus yang diperbolehkan oleh dalil syariat.

Akan tetapi, dengan menimbang bahwa hukuman ta’zir dengan hukuman finansial adalah masalah yang diperselisihkan ulama, kita katakan bahwa tidak membeli atau pun memperdagangkan barang yang tidak jelas kehalalannya adalah tindakan yang lebih menyelamatkan agama dan lebih menjaga diri dari komentar miring pihak-pihak tertentu. Nabi bersabda,

فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الحَرَامِ

Barang siapa yang menjaga diri dari harta yang tidak jelas kehalalannya maka dia telah menjaga bersihnya agama dan kehormatannya. Siapa saja yang terjatuh dalam hal-hal yang tidak jelas kehalalannya maka dia pasti akan terjerumus dalam hal yang jelas haramnya.’ (H.r. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, pemilik barang yang barangnya disita oleh negara itu mengizinkan dengan penuh suka rela kepada orang lain untuk membeli barangnya. Jika demikian, diperbolehkan membeli barang sitaan tersebut, mengingat sabda Nabi,

لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

Tidaklah halal memanfaatkan harta milik seorang muslim melainkan dengan kerelaan hatinya.’ (H.r. Ahmad; dinilai sahih oleh Al-Albani di Al-Irwa’, 5:279).”

 

secar hukum barang sitaan boleh diperjual belikan dalam bentuk lelang terbuka yang sudah mendapat ijin dari deprtemen keuangan, sehingga jelas kemana uang akan masuk, bukan masuk ke kantong pejabat tertentu.

Mungkin kita tidak bisa menhilangkan maraknya jual beli barang sitaan yang ilegal , tapi paling tidak kita tidak terlibat dalam hal-hal yang masih diragukan kehalalannya. seperti dkutip dari hadis

Sabda dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu “. (HR. Tirmidzi dan berkata Tirmidzi : Ini adalah Hadits Hasan Shahih) [Tirmidzi no. 2520, dan An-Nasa-i no. 5711]  – See more at: http://www.pemudasunnah.com/2013/02/tinggalkan-keragu-raguan-hadits-arbain.html#sthash.Xk0KSGJe.dpuf

Sumber: http://www.ferkous.com/rep/Bi150.php

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s