MotoGP 2015 – FIN

Perseteruan Marc-Vale masih berlanjut bahkan setelah musim berakhir. Disadari atau tidak perseteruan mereka yang berawal ketika  Vale saat pre-event di Sepang sangat berpengaruh terhadap ludesnya ticket di motoGP Valencia juga headline di hampir semua media massa olah raga. Perseteruan mereka juga sempat membuat iri F1, salah seorang pebalap F1 berkomentar, mengapa perseteruan kami tidak diangkat media  seperti perseteruan Marc-Vale.  That’s how great Marc and Vale, indeed.

Sulit sekali mencari berita yang objektif mengenai  perseteruan mereka berdua, apalagi fans Vale yang banyak itu sangat berang atas kekalahan idolanya, saya menemukan banyak sekali meme yang melecehkan Marc, tapi saya tidak menemukan yang sebaliknya. Berita dalam bahasa Indonesia yang di tulis di majalah online, banyak tidak objektif dengan bahasa Indonesia yang kaku sebagai hasil translate dari bahasa inggris yang kurang ahli, sehingga saat di translate menjadi beda makna.

Saya adalah pencinta motoGP, dimanapun saya berada saya upayakan tidak melewatkan acara menonton motoGP. Sahabat saya pun jadi suka dengan motoGP, meski motivasinya karena para ridernya yang ganteng. Whatever yang penting adalah pada saat saya cerita rider A, B C mereka tau yang mana orangnya.

Oh iya sumber inspirasi tulisan saya dua orang jurnalis pertama adalah

  1. Jurnalis  senior bernama Mat Oxley, dia mengikuti jejak Vale sejak tahun 1996, menjadi fans Vale kemudian, dia adlah penulis kolom tentang Vale, juga pernah menulis buku biografi vale, jurnalis ini juga kenal baik dengan keluarga vale, silahkan klik link ini –> motorsportmagazine
  2. Jurnalis senior saudara kandung dari salah seorang pembawa acara motoGP dia adalah David Emmet, dia bukan pemuja Vale dan juga tidak suka dengan Marc, silakan klik link ini ->motomatters

Namun tulisan keduanya disertai fakta dan betul betul independen dengan analisa yang tajam. Menarik untuk saya tulis kembali.

Benarkan motoGP PI adalah dirty game kreasi Marc?

Mat oxley dalam tulisannya mengatakan bahwa tuduhan Vale mengenai “dirty game”  yang di lakukan Marc adalah sama sekali tidak benar. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh David Emmet, murni tidak ada permainan, bahkan dari data kecepatan dan data elektronik pun mengatakan demikian bahwa yang terjadi di PI adalah fair, sebuah race yang sangat fantastic sepanjang sejarah motoGP di mana sejak awal hingga akhir balapan membuat detak jantung meningkat, persendian gemetar dan otot menegang.

 

Tuduhan Vale pada pre-event itu, mengingatkan saya pada pepatah “ mulutmu adalah harimaumu”. Mat Oxley mengatakan bahwa kata-kata Vale itu menyulut emosi Marc, sehingga saat di sepang Marc benar benar mengajaknya bermain, tanpa ada niat membuat Vale start paling belakang di Valencia. Sedangkan versi David Emmet mengatkan bahwa di sepang, race pace Marc dan Vale itu sama sehingga wajar jika keduany a terlibat battle. Saat di sepang race pace Lorenzo di atas Marc oleh sebab itu Lorenzo yang semula di P5 dapat overtake Vale yang di P4 dengan mudah lalu merangsek lagi overtake Marc juga tanpa perlawanan, hingga Lorenzi di P2, Lorenzo tidak mampu overtake Dani karena di Sepang itu race pace Dani sangat bagus, paling tinggi. Akibatnya battle terjadi hanya antara Marc dan Vale, sesungguhnya jika Vale tidak membuat kesalahan itu dengan niat ingin membuat Marc melebar, maka balapan akan sangat menarik hingga akhir. Karena kesal dengan Marc yang tak kenal lelah membalas overtake, Vale melakukan gerakan yang tidak disadarinya mengakibatkan rem depan terkunci dan Marc terjungkal di gravel, sementara vale terus melenggang hingga finish. Tapi race direction tidak buta, penalty pun dijatuh kan usai race berlangsung, tidak tanggung tanggung 3 poin dengan akumulasi 1 sehingga total adalah 4 poin, dan mengharuskan dirinya start paling belakang di Valencia.

Kata-kata Vale saat wawancara dengan wartawan post-race Sepang sebagai berikut “ Marc membuat saya kehilangan championship, dia berhasil”, mengingatkan saya tentang quotes “ you are what you think”. Dengan mengatakan bahwa Marc membuatnya kehilangan gelar champion pada saat musim belum berakhir seperti mendahului takdir bahwa dirinya tidak akan menang, lalu terbukti dirinya kalah. Bahkan pengajuan banding ke FIM dan CAS pun ditolak. Saya percaya orang orang yang duduk di FIM dan CAS adalah orang orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman baik dalam hal ini, saya percaya keputusan mereka adalah keputusan yang benar. Penolakan banding itu justru membuat banyak orang semakin terbuka dan mengerti siapa yang salah sebenarnya.

Benarkan tuduhan Vale bahwa Marc mengawal Lorenzo?

Mat oxley mengatakan tidak benar, Marc berusaha menyalip ia menilai dari gesture Marc saat di motornya yang posisi siaga, rencana Marc adalah melibas di lap terakhir, mengapa? Sebab race pace Lorenzo sangat bagus sedangkan race pace Marc sedikit dibawahnya dengan grip band depan Marc yang tidak bagus, sebenarnya isu front tyre ini sudah sejak awal musim dan masih belum benar benar terselesaikan hingga akhir musim. Jika Marc menyerang di lap lap awal maka akan membahayakan dirinya dengan grip band depan yang jelek risikonya adalah crash, 6x crash 1 musim membuat Marc berfikir 2x untuk menyalip jika memang tidak memungkinkan. Karakterisktik sirkuit Valencia ini unik, sirkuit ini seperti diciptakan untuk yang pole position menang, perhatikan saja di tahun tahun sebelumnya pemenang ada yang pole position. Stoner juga menjawab serupa bahwa karakter Valencia ini sulit. David Emmet pun berpendapat serupa disertai dengan catatan race pace, bahwa race pace rossi paling rendah di antara 3 besar di depan, bahkan ia mengatkan bahwa jika rossi tidak start paling belakangnpun tetap tidak bisa mengejar race pace 3 pebalap di depan yaitu Lorenzo, marc dan Dani. Jadi sekali lagi tuduhan Vale tidak berdasar. Bahkan oleh David Emmet di katakana bahwa blame rossi tersebut ingin melepaskan tanggung jawab kekalahan yang dialaminya ke pundak orang lain yaitu Marc. Dikatakan juga dengan menyalahkan orang lain atas kegagalannya maka itu sama halnya menerima bahwa kemenangannya sangat tergantung pebalap lain, tidak pada tangannya sendiri.

Mat Oxley tau benar bahwa Marc adalah fans rossi, karena tahun 2008 dia menyaksikan bagaimana Marc merengek pada wartawan untuk mempertemukan dirinya dengan Vale, dan merekapun bertemu lalu Vale memberikan mainan dengan tanda tanganya yang  hingga hari ini menghiasi kamar Marc di Cervera.  Inilah akhir dari scenario psywar yang di tebar vale, vale lupa bahwa Marc adalah fans sejatinya yang memiliki copy atas dirinya the grinning assassin, seperti vale ramah namun mematikan. Vale terjebak dalam permainan psikologis yang awalnya ia mulai sendiri. Menyeturui Marc seperti berseteru dengan dirinya sendir, hanya menyisakan sakit pada dirinya, dan yang diuntungkan adalah Lorenzo. Baik Vale maupun Marc tidak juara.

Semua orang termasuk saya merindukan masa-masa di mana Vale dan Marc saling bercanda, mereka seperti  keponakan dan paman yang romantis.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s