Apakah freedive itu?

Orang awam mengira semua dive pasti pakai tabung! yang harus bersertifikasi itu yang pakai tabung! itu baru namanya dive beneran. Masih banyak yang belum ngerti freedive, malah pernah saya ditertawakan. Katanya :itu sih ngga usah course, lu tahan nafas aja”. Buat sebagian orang yg tidak tau tampaknya gampang, karena hanya berucap, saya yakin 1000% teman saya yang bilang seperti itu tidak bisa kalo di minta mempraktekan freedive.

Freedive adalah dive tanpa membawa tabung, jadi bebas ngga bawa apa apa di punggung cukup dengan menahan nafas. Di Italy, perancis, spanyol mereka menyebutnya Apnea ( kalo anak kedokteran pasti langsung tau Apnea deh..terutama pada istilah sleep apnea atau henti nafas saat tidur).

Wah gampang ya tinggal nahan napas, iya jika sebentar. Saya sendiri ingin belajar freedive karena ingin bisa berfoto di antara coral2 cantik dan ikan cantik di lautnya Indonesia yang cantik tanpa menggendong tabung. Jujur itu motivasi terbesar saya pada awal belajar freedive.

Freedive ini bisa di pelajari bahkan ada organisasi dunianya loh yaitu Association Internationale pour le Développement de l’Apnée”, ( bahas perancis ya guys ini) disingkat AIDA yang didirikan tahun 1992. Awal didirikan di Perancis namun saat ini di Zurich ( swiss) berikut adalah link-website http://www.aidainternational.org

AIDA sendiri di bagi dalam beberapa level yaitu AIDA1-AIDA4

Nah karena saya saat ini adalah murida AIDA 2, maka yang akan dibahas selanjutnya dalam tulisan ini adalah tentang AIDA2. Apakah syarat bergabung di AIDA2?

Memenuhi kriteria berikut:

  • Usia minimal 18 tahun atau 16 ( dengan pengawasan ortu)
  • Bisa berenang 200 meter nonstop tanpa fins atau 300 m nonstop dengan fins, masker dan snorkel
  • Mengisi AIDA medical form
  • Bersedia memenuhi kewajiban anggota

Apa saja yang dipelajari pada AIDA2?

Pada sesi teori akan diberikan informasi tentang hal berikut ini :

  • Pengenalan tentang organisasi AIDA
  • Perlengkapan freedive
  • Teknik bernafas dalam freedive
  • Kedalaman dan tekanan udara- ekualisasi
  • Prosedur keselamatan-blackout (BO) dan LMC
  • Menjaga kelestarian flora dan fauna akuatik
  • Membedakan freediving dan Scuba Diving
  • Aturan keamanan/keselamatan freedive
  • Disiplin freedive

Syarat lulus ujian teori adalah minimal 75% jawaban benar.

Setelah sesi teori, eslanjutnya adalah sesi di kolam renang atau pool session. Pada sesi ini akan dipelajari tentang

  1. Static Apnea, setelah sesi ini diajarkan bagaimana :
    1. melakukan pernafasan perut dan teknik pernasan yang benar untuk persiapan freedive.
    2. melakukan teknik recovery dan pernafasan yang benar/sesuai setelah freedive
    3. menjadi buddy static apnea
    4. melakukan penyelamatan pada static apnea
    5. melakukan static apnea minimal 2 menit, untuk syarat ini saya sudah terlewati karena selalu di atas 2 menit bahkan belakangn ini selalu pada angka 2’56” atau 2’57”
  2. Dynamic Apnea. Sesi ini minimal dilakukan pada kolam dengan panjang 20m dan murid wajib menggunakan bifins, sesi ini diajarkan bagaimana:
    1. melakukan persiapan latian di kolam renang untuk dynamic
    2. melakukan teknik pernafasan untuk persiapan menahan napas
    3. melakukan recovery dan teknik pernfasan setelah menahan nafas
    4. melakukan style bifin dan teknik finning yang benar disertai bagaimana posisi dan gerakan tubuh yang sesuai
    5. melakukan teknik keamanan saat menjadi buddy dynamic, memperhatikan posisi badan untuk bergerak lurus, mejaga tabrakan dengan penggunaka kolam yg lain.
    6. Melakukan latian yang aman dan efektif untuk dynamic apnea dengan training buddy baik sebagai diver maupun sebagai buddy.
    7. Melakukan prosedur penyelamatan yang tepat pada dynamic freediver yang mengalami BO dan LMC
    8. Key perform murid AIDA 2 minimal melakukan dynamic apnea sepanjang 40 m nonstop, nah untuk  yang ini juga sudah lewat karena sudah bisa 50 meter
  3. Sesi Open water (OW), sesi ini dilakukan di laut dengan buoy yang bertali, minimal tali memiliki diameter 8mm, semua murid menggunakan bifins. Biasanya pada AIDA2 OW dilakukan minimal 3x. Pada sesi ini akan belajar bagaimana
    1. Melakukan ekualisasi saat turun pada kedalam dengan style head-up
    2. Melakukan ekualisasi saat turun pada kedalaman dengan style pull down ( kepala di bawah)
    3. Menjadi buddy untuk sesi depth session, membangun awareness
    4. Melakukan prosedur penyelamatan pada kedalaman
    5. Menggunakn pemberat yang tepat. Apakah positif atau negative buoyancy
    6. Melakukan duckdive yang efektif
    7. Melakukan finning vertical yang benar, lurus menguurt tali dengan posisi tubuh yang lurus dan finning yang efisien
    8. Melakukan recovery setelah freedive

Pada OW sesi ke 2 akan belajar bagaimana :

  1. Memperbaiki duckdive
  2. Mempernaiki vertikan swimming dengan tubuh yang lurus dan gerakan fin yang efektif
  3. Melakukan kendali saat sampai di dasar
  4. Mengawasi freediver yang sedang perform dari permukaan
  5. Melakukan prosedur penyelamatan pada freediver yang pada saat dipermukaan mengalami gejala LMC

Open water sesi 3, pada sesi ini diharapkan murid AIDA2 dapat :

  1. Melakukan duckdive yang efsien ddan efektif dengan teknik bifin yang efisien sampai kedalaman minimal 16 meter
  2. Mengawasi freediver yang sednag perform dan menysulnya saat kembali ke atas pada kedalaman kira kira 5-10 meter
  3. Melakukan prosedur keselamatan pada frediver yang mengalami blackout pada kedalaman 5 meter, termasuk mengangkat korban dari kedalaman dan sekaligus melakukan penyelamatan dipermukaan.

Demikian ulasan singkat tentang belajar freedive,  semoga membantu memberi gambaran buat yang sedang kepo tentang freedive. menurut saya mestinya sih semua penduduk indonesia bisa freedive sebab kita hidup di negara bahari dimana negara kita sebagian besar adalah laut. Temukan surga dibawah laut, jaga dan lestarikan ya…

Advertisements